Kemana risalah ini ku alamatkan,
Kalau rindumu pada malam
Selalu hanyut oleh hujan
Atau memang tak pernah ada kesempatan
Bagi kunang-kunang suluhi jalannya sendiri.
Pun hujan tak pernah bosan merajah
Wajahmu yang pucat di bias purnama.
Dan mengalirkan senyum manismu
Di sepanjang peristiwa dimana
Sajak ini tercipta.
Aku menunggumu di ujung malam
Di sela pengharapan,
bahwa kau pun menulis hikayat yang sama