Friday, April 14, 2006
perempuan di akhir malam

Kemana risalah ini ku alamatkan,
Kalau rindumu pada malam
Selalu hanyut oleh hujan
Atau memang tak pernah ada kesempatan
Bagi kunang-kunang suluhi jalannya sendiri.

Pun hujan tak pernah bosan merajah
Wajahmu yang pucat di bias purnama.
Dan mengalirkan senyum manismu
Di sepanjang peristiwa dimana
Sajak ini tercipta.

Aku menunggumu di ujung malam
Di sela pengharapan,
bahwa kau pun menulis hikayat yang sama

Posted at 12:35 am by aleewafa

unai
May 11, 2006   01:01 PM PDT
 
Aku, kamu..kita...tlah menuliskan hikayat yang sama...kau tau?
Lucy
April 19, 2006   11:20 AM PDT
 
Pernahkah kau coba sampaikan?
Biarlah dia tau hikayat mana yg kau tuliskan
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







Previous Entry Home Next Entry

ali w.
nick: alee/wafat/or both
(smg sampai di akhir Januari berikutnya...)
biasa saja. bukan orang baik, tp selalu mencoba jd org baik
tidak jujur dan sangat tidak disiplin
menyukai hiking, teater, dan (sekedar) menulis sajak.
prasasti ini di dedikasikan utk seorang...
dengan sholawat semua lewat..,
smg Allah mengampuni kita...

menangis dan tertawa adalah biasa, tertawalah kalau memang harus tertawa, menangislah kalo itu dianggap penyelesaian...

jadikanlah hempasan gelombang itu sebagai perisai 'tuk menahan hempasan gelombang yang lain....


sebaik-baik manusia, adalah yang bisa bermanfaat bagi manusia lainnya...(Al-Hadits)




   





<< April 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30