Friday, April 14, 2006
perempuan di akhir malam

Kemana risalah ini ku alamatkan,
Kalau rindumu pada malam
Selalu hanyut oleh hujan
Atau memang tak pernah ada kesempatan
Bagi kunang-kunang suluhi jalannya sendiri.

Pun hujan tak pernah bosan merajah
Wajahmu yang pucat di bias purnama.
Dan mengalirkan senyum manismu
Di sepanjang peristiwa dimana
Sajak ini tercipta.

Aku menunggumu di ujung malam
Di sela pengharapan,
bahwa kau pun menulis hikayat yang sama

-lee-

Posted at 06:35 am by leewafat
Alhamdulillah (2) komentar  




Sunday, April 09, 2006
sekarat

mungkin,
sekali lagi mungkin...
purnama menyimpan ruhku di laci almari
tatkala bulan sudah bermetamorfosa
sebentuk clurit...
aku sengit menjerit
di tepi kematian yg menghimpit...
adakah setangkup pinisilin
tuk sekedar basuh luka ini?
atau sebaiknya sekarat saja
sampai purnama menyapa…

-lee-

Posted at 12:32 pm by leewafat
Alhamdulillah (2) komentar  




Wednesday, March 15, 2006
kesana ku menuju

ku lajukan langkahku

ke bayang senjamu,

berharap rindu masih tertanam

meski gelap menyergap…


-lee-


Posted at 11:17 pm by leewafat
Alhamdulillah (2) komentar  




Tuesday, March 14, 2006
surat cinta untukmu

surat cinta yang ku tulis untukmu,

di atas sajadah.

makin luntur karena uzur,

atau mata ini telah lamur

karena kerapkali tersiram gerimis.

mungkin tak pernah ada yang bisa terucap,

karena mulutku terlibas pesonamu...

...

-lee-


Posted at 09:40 pm by leewafat
Alhamdulillah (1) komentar  




Thursday, December 15, 2005
saat yang dinantikan

mungkin hujan malam ini
memberi tanda pada musim,
bahwa saatnya memulai cerita,
meski cuma tiga kata:

saatnya memeluk cinta....


Posted at 10:07 pm by leewafat
Alhamdulillah (6) komentar  




Next Page

ali w.
-lee-
(smg sampai di akhir Januari berikutnya...)
biasa saja. bukan orang baik, tp selalu mencoba jd org baik
tidak jujur dan sangat tidak disiplin
menyukai hiking, teater, dan (sekedar) menulis sajak.
prasasti ini di dedikasikan utk seorang...
dengan sholawat semua lewat..,
smg Allah mengampuni kita...

menangis dan tertawa adalah biasa, tertawalah kalau memang harus tertawa, menangislah kalo itu dianggap penyelesaian...

jadikanlah hempasan gelombang itu sebagai perisai 'tuk menahan hempasan gelombang yang lain....


sebaik-baik manusia, adalah yang bisa bermanfaat bagi manusia lainnya...(Al-Hadits)




   






Free Web Site Counter
Free Web Site Counter